Lifestyle

Kurangnya Waktu Tidur Pada Anak Dapat Berpengaruh Negatif

Tidur memang menjadi suatu kebutuhan pokok untuk setiap orang. entah itu untuk bayi, anak – anak, remaja dan bahkan orang tua disarankan untuk memiliki waktu tidur yaang cukup pada setiap harinya. menurut beberapa ahli, seseorang membutuhkan waktu tidur atau waktu istirahat setidaknya sekitar 7 sampai 8 jam per harinya. Jika kurang dalam jangka waktu tersebut dikatakan memiliki dampak buruk untuk kesehatan. tidur yang kurang atau pun berlebih juga akan sangat memungkinkan seseorang untuk mengalami berbagai macam risiko kesehatan mental dan perasaan yang kurang nyaman dan tenang.

Menurut asiantown.net mengatakan bahwa anak – anak atau pun remaja yang kurang memiliki waktu tidur cukup akan sangat berisiko menjadi pecandu roko dan mengkonsumsi narkoba ketika ia tidak memiliki waktu tidur cukup pada setiap harinya. selama 10 tahun terakhir, para peneliti telah memantau sedikitnya 186 anak yang ada di Penssylvania Barat dan menemukan bahwa anak – anak yang memiliki waktu kurang tidur akan cenderung menjadi pecandu rokok dan penggunaan narkoba untuk mengisi waktu luangnya.

Tidak hanya itu saja, anak – anak hingga remaha yang mengalami masalah kurang tidur atau yang biasa disebut dengan insomnia juga diketahui akan cenderung lebih rentan mengkonsumis alkohol. Peneliti yang tergabung di Departement of Psychiatry di University of Pittsburgh School of Medicine mengungkapkan bahwa anak – anak yang memiliki waktu kurang tidur ketika memasuki usia remaja akan lebih cepat dari seharusnya. Dan kemungkinan anak – anak ini mengkonsumsi rokok,narkoba dan minuman keras bahkan 20 persen lebih tinggi dari anak – anak yang memiliki waktu tidur cukup dan berkualitas pada setiap harinya.Kurangnya Waktu Tidur Pada Anak

Para ahli juga mengungkapkan bahwa masalah kurang tidur yang terjadi pada anak dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. dan hal tersebut dapat berupa pergaulan yang kurang baik, kecemasan yang sangat berlebihan, mengalami stres berat sampai depresi atau kaerna kondisi lingkungan yang memungkinkan anak tidak dapat tidur lebih awal. Menurut Dr Brant Hasler yang merupakan seorang asisten profesor psikiatri dan psikologi mengungkapkan jika anak laki – laki yang lebih mudah mengalami gangguan tidur hingga penggunaan narkoba dan merokok.

Sementara itu, akibat dari kurangnya waktu tidur dan penyalah gunaan rokok serta narkoba ini,ketika dewasa mereka akan sangat mudah mengalami gangguan tidur atau insomnia. Tidak hanya sampai disitu saja, mereka juga dikatakan sangat rentan terhadap berbagai risiko penyakit berbahaya seperti halnya kanker,stroke dan bahkan jantung.

Dari hasil temuan ini, para ahli menyarankan agar setiap orang bisa memantau buah hari mereka dengan baik dan memastkan memiliki kualitas tidur yang baik serta waktu tidur yang cukup. Semoga bermanfaat.